Tiga level, tiga tujuan
Owner grup membaca Analitik Organization untuk membanding brand dan cabang. Brand manager membaca Perbandingan cabang untuk tahu cabang mana yang perlu dicek. Manajer outlet membaca lensa Operasional dan Laporan Harian untuk mengatur staf hari ini.
Angka yang namanya sama bisa dihitung berbeda antar level. Waktu tunggu di Analitik Organization adalah rerata sampai dipanggil, sedangkan kartu di lensa Owner memakai median harian.
Membaca tab Owner
Paling atas ada ringkasan otomatis dari data outlet, misalnya berapa rupiah yang berpotensi hilang dari tamu yang tidak jadi datang. Kalimat itu disusun dari templat, bukan AI.
Angka rupiah adalah perkiraan: tiket tidak hadir dikali rata-rata belanja yang kamu isi. Hitung kasarnya dulu di Kalkulator Omzet Bocor.
Tamu terlayani dan target 85%
Persentase tamu yang dilayani dari semua yang bergabung, dengan garis target 85%. Target ini tetap, jadi hari yang jatuh di bawahnya langsung terlihat sebagai Perhatian atau Perlu tindakan.
Jarak antara batang Gabung dan Terlayani berisi tamu yang tidak hadir, batal, atau pergi. Cara menghitung dan menekannya ada di artikel walk-away rate.
Waktu tunggu memakai median harian
Kartu Waktu tunggu memakai median harian, jadi satu Sabtu yang sangat ramai tidak membuat sebulan terlihat buruk. Jam yang bermasalah terlihat di lensa Operasional.
Lensa Operasional juga punya alat hitung Staf per jam: isi jumlah stafmu, dan jam yang kurang orang ditandai dengan target tetap 12 tamu per staf per jam.
Ulasan internal masuk ke pemilik
Tamu yang selesai dilayani bisa memberi bintang 1 sampai 5 dan komentar. Semuanya tersimpan di layar Ulasan dan terbaca di kartu Reputasi. Tamu yang kurang puas juga bisa menulis keluhan privat ke pemilik.
Ulasan tidak tampil di halaman publik outlet.