Malam sebelum opening, biasanya selalu ada yang belum beres. Mesin kopi baru datang sore itu, dua staf masih bingung urutan pesanan, dan grup WhatsApp keluarga sudah ramai menyebar poster. Besok pintu dibuka, dan tamu tidak peduli seberapa capek kamu menyiapkannya.
Panduan persiapan opening restoran ini berupa jadwal mundur, dari 90 hari sebelum buka sampai sebulan sesudahnya. Pekerjaan yang paling lama prosesnya, seperti izin dan renovasi, ada di depan. Di bagian akhir ada checklist Excel gratis yang bisa kamu bagikan ke tim.
Gambaran jadwal dari H-90 sampai H+30
Tabel ini merangkum urutan persiapan opening restoran dalam satu layar. Rincian tiap fase ada di bawahnya.
| Waktu | Fokus | Tanda sudah beres |
|---|---|---|
| H-90 sampai H-60 | Konsep, lokasi, modal, mulai urus izin | Sewa ditandatangani, NIB terbit, anggaran disepakati |
| H-60 sampai H-30 | Menu, HPP, pemasok, peralatan | Menu final, dua pemasok per bahan utama, mesin kasir terpasang |
| H-30 sampai H-14 | Rekrut dan latih staf | SOP tertulis, peran jam ramai jelas, simulasi pertama selesai |
| H-14 sampai H-7 | Soft opening | Masukan tamu terkumpul, keluhan utama sudah diperbaiki |
| H-7 sampai H-1 | Pemasaran dan persiapan hari H | Google Maps aktif, promo dibatasi, cara mengatur tamu siap |
| Hari H | Grand opening | Tamu terlayani, semua tamu tercatat |
| H+1 sampai H+30 | Evaluasi dan ajak tamu kembali | Ulasan masuk, tamu opening diajak datang lagi |
Soft opening dan grand opening, apa bedanya?
Dua istilah ini sering tertukar. Soft opening adalah masa buka terbatas sebelum pembukaan resmi. Tamunya biasanya keluarga, teman, tetangga, atau undangan, dan menunya boleh belum lengkap. Tujuannya menguji dapur, alur pesanan, dan kerja staf dalam kondisi nyata.
Grand opening adalah pembukaan resmi untuk umum, biasanya dengan promo dan publikasi, jadi tamu paling banyak datang bersamaan. Beri jarak setidaknya satu minggu di antara keduanya, supaya masalah dari soft opening sempat diperbaiki. Panduan lengkapnya ada di artikel soft opening restoran.
H-90 sampai H-60: konsep, lokasi, dan modal
Mulai dari tiga hal dasar. Siapa tamu yang kamu incar, jam berapa mereka datang, dan berapa yang biasa mereka habiskan sekali makan. Jawabannya menentukan hampir semua keputusan berikutnya, dari harga menu sampai jumlah kursi.
Untuk lokasi, datangi calon tempatmu di jam yang berbeda, termasuk malam dan akhir pekan. Perhatikan arus orang, tempat parkir, dan resto lain di sekitarnya. Lokasi yang ramai di siang hari bisa sepi total setelah jam kantor.
Lalu hitung modal dengan jujur. Selain renovasi, peralatan, dan stok bahan pertama, sisihkan biaya operasional untuk dua sampai tiga bulan pertama. Gaji, sewa, listrik, dan bahan baku tetap harus dibayar walaupun tamu belum ramai.
Pos biaya yang sering lupa dihitung
Beberapa biaya baru terasa setelah tagihannya datang. Contohnya:
- Uang jaminan sewa.
- Biaya uji laboratorium untuk sertifikat higiene.
- Seragam.
- Kemasan untuk pesanan bawa pulang.
- Biaya promosi opening.
- Bahan yang rusak saat uji coba menu.
- Potongan biaya transaksi pembayaran digital.
- Royalti musik, kalau kamu memutar lagu.
Masing-masing kecil, tetapi kalau dijumlah bisa menggerus cadangan bulan pertama.
Di fase ini juga mulailah mengurus izin, karena beberapa izin butuh waktu berminggu-minggu.
Izin yang perlu diurus dalam persiapan opening restoran
Ringkasan ini disusun per 17 Oktober 2026. Aturan dan biaya bisa berbeda di tiap daerah, jadi cek lagi ke Pemda atau DPMPTSP setempat sebelum opening.
| Kewajiban | Untuk siapa | Diurus di | Yang perlu kamu tahu |
|---|---|---|---|
| NIB dan sertifikat standar | Semua usaha | OSS (oss.go.id) | NIB gratis. Untuk restoran (KBLI 56101), usaha mikro cukup pernyataan mandiri, skala kecil ke atas perlu verifikasi. Skala dihitung dari modal di luar tanah dan bangunan. |
| Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) | Restoran dan rumah makan. Kafe mikro boleh memakai Label Higiene Sanitasi | Pemda kabupaten/kota (DPMPTSP, Dinas Kesehatan) | Ada pemeriksaan kesehatan lingkungan dan uji laboratorium, dan setengah dari penjamah makanan perlu ikut kursus keamanan pangan. Prosesnya sekitar 30 hari. |
| Sertifikat halal | Menu yang dijual. Menu berbahan tidak halal wajib diberi keterangan tidak halal | BPJPH (halal.go.id) | Usaha menengah dan besar wajib sejak 18 Oktober 2024. Untuk usaha mikro dan kecil, aturan tertulis menetapkan 17 Oktober 2026, dan pemerintah sudah mengumumkan perpanjangan sampai 17 Oktober 2028. Aturan resmi perpanjangannya masih ditunggu. |
| Pajak restoran (PBJT makanan dan minuman) | Resto dengan omzet di atas batas daerah | Bapenda setempat | Tarif paling tinggi 10% dan dibayar tamu. Batasnya beda per daerah. Contohnya, di Jakarta omzet sampai Rp42 juta per bulan tidak dikenai, di Kota Bandung batasnya Rp10 juta per bulan. |
| Pajak penghasilan | Semua usaha | DJP | Orang pribadi dan PT Perorangan bisa memakai PPh final 0,5% dari omzet sampai Rp4,8 miliar per tahun. Aturannya berubah lewat PP 20/2026, jadi pastikan ke konsultan pajak. |
| BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan | Semua yang punya karyawan | BPJS | Karyawan wajib didaftarkan. Masukkan juga upah minimum daerahmu ke anggaran. Contohnya, UMP Jakarta 2026 Rp5.729.876. |
| Royalti musik | Resto yang memutar musik | LMKN | Tarifnya Rp120.000 per kursi per tahun. Pada 2025, kasus royalti musik di sebuah jaringan resto besar ramai diberitakan, jadi hitung biaya ini sejak awal. |
| Persetujuan bangunan (PBG) dan SLF | Kalau membangun atau merenovasi. SLF wajib sebelum gedung dipakai | Pemda | Kalau menyewa di gedung yang sudah berizin, tanyakan dokumen SLF ke pengelola. |
| APAR dan kotak P3K | Semua restoran | Disiapkan sendiri | Wajib ada dan berfungsi. |
| Izin keramaian | Acara grand opening dengan kerumunan besar atau musik live | Polsek atau Polres | Tidak ada angka batas tamu yang pasti. Tanyakan ke Polsek setempat beberapa minggu sebelum acara. |
| Izin minuman beralkohol | Kalau menjual alkohol | OSS (SKPL) | Pembeli minimal berusia 21 tahun. |
Sumber: PP 28/2025, Permenkes 11/2025, PP 42/2024 dan siaran pers Kemenko Perekonomian 16 Oktober 2026, UU 1/2022, Perda DKI Jakarta 1/2024, Perda Kota Bandung 1/2024, PP 20/2026, Kepgub DKI 1142/2025, Permenkum 27/2025, PP 16/2021, Permenparekraf 6/2025, PP 60/2017, Permendag 33/2025. Sebagian tautan sumber ada di bagian bawah artikel.
H-30 sampai H-14: rekrut dan latih staf
Staf baru butuh waktu untuk saling kenal dan hafal posisi. Beri pelatihan menu, cara menyapa tamu, cara mencatat pesanan, dan cara menangani keluhan. Tulis SOP singkat untuk hal-hal yang paling sering terjadi, misalnya urutan menyiapkan meja atau apa yang dilakukan saat menu habis.
Bagi peran dengan jelas untuk jam ramai. Siapa yang menyambut tamu di pintu, siapa yang mengantar makanan, siapa yang memegang kasir, dan siapa yang mengatur tamu yang menunggu. Di hari opening, peran penyambut tamu sering jadi yang paling sibuk, jadi jangan dirangkap dengan tugas lain.
Lakukan simulasi dengan tamu sungguhan, misalnya keluarga atau teman yang diminta memesan seperti tamu biasa. Dari simulasi ini biasanya ketahuan hal-hal kecil, seperti printer pesanan yang terlalu jauh dari dapur atau jalur pelayan yang saling bertabrakan.
H-14 sampai H-7: soft opening dan gladi
Soft opening adalah gladi bersih yang paling jujur. Undang tamu dalam jumlah terbatas di beberapa sesi, misalnya makan siang dan makan malam, lalu jalankan semuanya seperti hari biasa, dari pintu masuk sampai pembayaran.
Uji juga alur tamu yang menunggu. Coba berapa lama tamu harus menunggu ketika semua meja penuh, bagaimana cara memanggil mereka, dan apakah area depan pintu masih nyaman. Siapkan form masukan yang singkat, cukup tiga pertanyaan soal rasa, kecepatan, dan pelayanan. Perbaiki yang paling sering dikeluhkan sebelum grand opening.
Pemasaran sebelum opening
Pemasaran adalah bagian persiapan opening restoran yang paling sering dimulai terlambat. Daftarkan restomu di Google Maps lewat Google Business Profile jauh sebelum buka, lengkap dengan foto, jam buka, dan menu. Banyak tamu mencari "resto dekat sini" dan langsung memilih dari peta.
Di media sosial, tunjukkan proses persiapannya, seperti uji coba menu, renovasi, atau perkenalan tim. Kirim juga undangan ke tetangga, kantor sekitar, dan komunitas di dekat lokasi. Mereka calon pelanggan tetap.
Beri promo grand opening batas yang jelas, misalnya untuk 100 tamu pertama atau hanya di jam tertentu. Promo tanpa kuota bisa membuat dapur kewalahan. Kalau ada seremoni, buat singkat supaya tamu yang lapar tidak menunggu lama. Dua belas ide promo dan cara menghitung biayanya ada di artikel promo grand opening restoran.
Hari H: siap menghadapi tamu yang membludak
Bagian yang paling sering terlewat dalam persiapan opening restoran adalah barisan tamu di depan pintu. Hitungannya sederhana. Misalnya restomu punya 40 kursi dan rata-rata tamu makan selama satu jam. Dalam satu jam kamu hanya bisa melayani sekitar 40 orang, berapa pun yang datang. Kalau 120 orang datang di jam pertama, 80 orang harus menunggu.
Kesan pertama mereka terbentuk saat menunggu, sebelum mencicipi makanan. Pisahkan jalur tamu undangan atau reservasi dari tamu yang datang langsung. Welkam punya Reservasi untuk tamu yang sudah memesan dan Waitlist untuk yang datang langsung. Siapkan area tunggu yang teduh, beri air minum, dan sampaikan perkiraan waktu tunggu dengan jujur. Kalau barisan terlalu panjang, tutup pendaftaran lebih awal dan tawarkan voucher untuk datang di hari lain.
Cara yang paling membantu tamu adalah waiting list digital. Tamu scan QR di pintu, mendapat nomor dan posisinya di HP, lalu boleh jalan-jalan dulu. Setelah menyalakan notifikasi di tiketnya, HP tamu berbunyi saat giliran dekat. Di iPhone, tiket perlu dibuka lewat Safari dan ditambahkan ke Layar Utama. Paket Free Welkam bisa dipakai untuk ini. Langkah lengkapnya ada di artikel cara mengatur antrian grand opening restoran.
Contoh susunan acara grand opening yang singkat
Kalau kamu ingin ada seremoni, buat sesingkat mungkin. Tamu datang untuk makan, dan barisan terus bertambah selama acara berlangsung.
- Sambutan pemilik, cukup dua sampai tiga menit.
- Doa bersama atau potong pita.
- Foto bersama tim dan tamu undangan.
- Pintu dibuka, tamu dipanggil sesuai urutan di waiting list.
Contoh rundown 3 jam lengkap dengan pembagian tugas ada di susunan acara grand opening restoran.
H+1 sampai H+30: evaluasi dan ajak tamu kembali
Minggu pertama setelah opening adalah waktu untuk mendengar. Catat setiap hari berapa tamu yang datang, berapa lama mereka menunggu, menu apa yang habis, dan keluhan apa yang paling sering muncul. Di Welkam, dua angka pertama ada di Insights, dan laporan harian bisa dikirim ke Telegram setelah bot dihubungkan. Rapat singkat sepuluh menit setelah tutup sudah cukup untuk memutuskan apa yang diperbaiki besok.
Minta tamu yang puas menulis ulasan di Google Maps. Tamu yang mengambil nomor lewat Welkam juga bisa memberi bintang dari tiketnya. Bintang 1 sampai 4 masuk ke pemilik sebagai keluhan privat, dan bintang 5 diajak ke tautan publik yang kamu isi, misalnya Google Maps.
Lalu hubungi tamu opening lewat WhatsApp CRM dengan alasan yang jelas untuk datang lagi, misalnya menu baru atau promo khusus hari biasa. Tamu yang membalas BERHENTI PROMO atau mencabut izin promo tidak dikirimi. Di paket Free, data tamu hanya terbuka 7 hari, jadi ajakan di minggu kedua dan seterusnya butuh Pro. Bagi resto baru, tamu yang datang untuk kedua kalinya lebih berharga daripada keramaian sehari di hari opening.
Kesalahan umum dalam persiapan opening restoran
Kesalahan yang paling sering adalah membuka dengan menu terlalu banyak, sampai dapur kewalahan dan waktu tunggu memanjang. Berikutnya promo tanpa kuota, staf yang hanya dilatih sehari, dan tidak ada rencana untuk tamu yang menunggu. Yang terakhir paling mahal akibatnya, karena tamu yang kecewa di hari pertama jarang memberi kesempatan kedua. Satu lagi yang jarang disadari adalah tidak mencatat tamu sama sekali. Ratusan orang datang di hari opening, lalu hilang tanpa jejak.
Checklist persiapan opening restoran (Excel gratis)
Supaya tidak ada yang terlewat, kami menyusun checklist dalam format Excel. Isinya jadwal tugas dari H-90 sampai H+30, dengan tanggal yang terisi otomatis setelah kamu mengisi tanggal opening. Ada juga daftar izin beserta sumber aturannya, kalkulator kapasitas dan waktu tunggu untuk hari H, dan lembar anggaran. File ini bisa dibagikan ke tim dan diisi bersama.
Pertanyaan seputar opening restoran
Berapa lama persiapan opening restoran?
Idealnya mulai tiga bulan sebelum buka. Izin, renovasi, dan pemasok butuh waktu paling lama, sedangkan pelatihan staf dan soft opening bisa dipadatkan di bulan terakhir.
Berapa modal untuk persiapan opening restoran?
Tidak ada angka pasti karena tergantung ukuran, lokasi, dan konsep. Yang pasti, siapkan cadangan biaya operasional untuk dua sampai tiga bulan pertama di luar biaya renovasi dan peralatan.
Apa saja izin dalam persiapan opening restoran?
Minimal NIB lewat OSS, sertifikat laik higiene sanitasi, kewajiban pajak daerah, dan BPJS untuk karyawan. Sertifikat halal mengikuti jadwal sesuai skala usahamu. Rinciannya ada di tabel izin di atas.
Bagaimana persiapan grand opening restoran supaya ramai?
Mulai dari Google Maps, konten persiapan di media sosial, undangan ke tetangga dan kantor sekitar, lalu promo yang jumlahnya dibatasi. Yang sama pentingnya, siapkan cara mengatur tamu yang menunggu, karena keramaian tanpa pengaturan justru menjadi cerita buruk.
Apakah persiapan opening cafe sama dengan restoran?
Garis besarnya sama. Bedanya, kafe biasanya lebih bergantung pada minuman dan suasana, jadi uji resep minuman dan kecepatan barista sejak soft opening.
Sumber aturan
Diakses 17 Oktober 2026.
- PP 28/2025 tentang perizinan berusaha berbasis risiko
- Permenkes 11/2025 (SLHS)
- PP 42/2024 tentang jaminan produk halal
- Siaran pers Kemenko Perekonomian soal penahapan halal, 16 Oktober 2026
- Perda DKI Jakarta 1/2024 (pajak daerah)
- Perda Kota Bandung 1/2024 (pajak daerah)
- PP 20/2026 (PPh final UMKM)
- Kepgub DKI 1142/2025 (UMP 2026)
- Permenkum 27/2025 (royalti musik)
- BPJS Ketenagakerjaan: besaran iuran